Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
Sitemap | Contact us | Privacy
Headlines :
Home » , , , , , » Komunikasi Dalam Perspektif Sosiologi

Komunikasi Dalam Perspektif Sosiologi

Teori Struktural Fungsional 

Paradigma adalah pandangan fundamental tentang objek studi suatu ilmu pengetahuan. Dia juga membantu merumuskan apa yang harus dipelajari, pertanyaan apa yang perlu diajukan dan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut, serta aturan-aturan dalam menginterpretasi atau memberi makna terhadap data-data/fenomena yang diperoleh dari penelitian. Teori fungsionalisme struktural berada dalam paradigma fakta sosial, tokohnya adalah Emile Durkheim. Menurut dia, ada dua tipe fakta sosial, yaitu struktur sosial dan pranata-pranata sosial. Kedua fakta sosial itu menunjukkan sifat-sifat general, external, dan coercion. Esensi dari teori fungsionalisme struktural bahwa masyarakat itu merupakan sistem yang terdiri dari elemen-elemen, dimana semua elemen di dalam masyarakat itu mempunyai fungsi kontributif terhadap terpeliharanya equilibrium. Perubahan sosial dapat mengganggu keseimbangan sosial akan, tetapi tidak lama kemudian, terjadi keseimbangan baru. Sifat perubahan sosial menurut teori ini adalah evolusioner, tak pernah terjadi perubahan yang revolusioner. Suatu bentuk elemen-elemen sosial mungkin saja fungsional di masyarakat tertentu, tetapi tidak fungsional bagi masyarakat yang lainnya. Suatu fenomena akan muncul di dalam masyarakat selama dia fungsional, dan akan hilang dengan sendirinya apabila tidak fungsional lagi.  

Teori Interaksionisme Simbolik

Teori interaksionisme simbolik adalah salah satu teori yang bernaung di dalam paradigma definisi sosial (social definition paradigm) Tokoh paradigma ini adalah Max Weber yang lebih memfokuskan perhatiannya pada proses pendefinisian realitas sosial, dan bagaimana orang mendefinisikan situasi, baik secara intrasubjektif maupun intersubjektif sehingga melahirkan tindakan-tindakan tertentu sebagai akibatnya. Perlu diingat bahwa Weber juga menegaskan bahwa manusia itu adalah makhluk yang kreatif dalam membentuk realitas sosial (dunianya sendiri). Definisi situasi dapat mempengaruhi pikiran, sikap, dan tindakan-tindakan manusia, dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negative. Intrasubjectivity adalah interaksi dengan dirinya sendiri, antara I dengan Me. Interaksi ini juga dapat melahirkan tindakan-tindakan. Intersubjectivity adalah interaksi antara 2 atau lebih orang. Interaksi jenis ini dapat mempengaruhi pikiran, sikap, dan tindakan manusia. Manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa merupakan makhluk yang kreatif, artinya dapat menciptakan realitas sosial atau dunianya sendiri. Manusia bertindak terhadap suatu benda ataupun fenomena atas dasar makna yang dimiliki oleh benda ataupun fenomena tersebut. Makna suatu benda atau fenomena itu tidak inherent melainkan merupakan hasil dari interaksi sosial manusia di dalam masyarakat.

Inti teori interaksionisme simbolik menurut Ritzer adalah: 
1). kehidupan bermasyarakat itu terbentuk melalui proses interaksi dan komunikasi antarindividu dan antarkelompok dengan menggunakan simbol-simbol yang dipahami maknanya melalui proses belajar.
2). Manusia bertindak bukan atas dasar stimulus respons melainkan melalui proses belajar.
3). Sekalipun norma-norma, nilai-nilai sosial, dan makna-makna dari simbol membatasi tindakan manusia, namun dengan kemampuan berpikirnya manusia tetap memiliki kebebasan untuk menentukan tindakan dan tujuan yang hendak dicapainya. Dari sudut perspektif interaksionisme simbolik, media massa dengan informasi yang dibawanya itu dapat mengilhami pikiran anggota masyarakat untuk bersikap dan bertindak tertentu terhadap peristiwa atau fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Kenapa demikian? Ya karena perspektif ini berpendapat bahwa manusia itu merupakan makhluk kreatif dan dapat menerjemahkan simbol-simbol yang diterimanya. Anggota masyarakat dapat memberi makna yang berbeda-beda ketika menyaksikan gambar-gambar di koran ataupun dari televisi yang menayangkan antrian sembako. Ada yang ketakutan, ada yang terharu dan menitikkan air mata. Ada yang geram terhadap pemerintah, terutama kepada menteri yang seharusnya bertanggung jawab terhadap terjadinya keadaan tersebut. Tetapi jangan lupa, ada banyak juga di antara anggota masyarakat yang tidak peduli terhadap kenyataan sosial ini, bahkan mungkin dapat ikut memanfaatkan situasi tersebut.  

Teori Pertukaran Sosial  
Paradigma perilaku sosial menekankan studinya pada bagaimana respons seseorang terhadap stimulus yang dihadapinya, selain itu menurut paradigma ini manusia itu adalah makhluk pengejar keuntungan Lima bentuk dasar teori pertukaran sosial (social exchange) tercermin pada proposisi sukses, stimulus, nilai, deprivasi-satiasi, serta persetujuan dan perlawanan. Proposisi sukses menggambarkan bahwa tindakan manusia yang mendatangkan keuntungan atau kenikmatan cenderung akan diulang-ulang kembali oleh pelakunya. Proposisi stimulus menggambarkan bahwa orang akan cenderung melakukan hal/tindakan serupa dengan tindakan yang pernah dilakukan dan mendatangkan keuntungan/kenikmatan atau kelegaan. Proposisi nilai atau disebut juga dengan proposisi rasionalitas menggambarkan bahwa semakin bernilai suatu tindakan orang maka semakin besar kemungkinan tindakan tersebut akan diulang-ulang agar tindakan tersebut lebih bernilai. Proposisi deprivasi-satiasi mengandung pengertian bahwa semakin sering seseorang menerima ganjaran-ganjaran ynag istimewa maka ganjaran-ganjaran berikutnya semakin kurang bermakna karena terjadi kejenuhan.

Proposisi persetujuan dan perlawanan mengandung pengertian sebagai berikut.
1. Jika tindakan seseorang tidak mendatangkan ganjaran (reward) sebagaimana dia harapkan atau sebaliknya, yaitu malah memperoleh hukuman yang tidak dia harapkan maka dia akan marah, melawan ataupun melakukan tindakan-tindakan agresif lainnya. Dan baginya, akibat yang timbul dari tindakan amarah atau tindakan brutal lainnya justru dianggap lebih berharga atau bermakna baginya, sekalipun sesungguhnya bisa merugikan.
2. Jika tindakan seseorang mendatangkan seperti yang dia harapkan atau bahkan lebih besar atau tidak mendatangkan hukuman sebagaimana dia duga dan harapkan maka dia akan merasa senang. Selanjutnya, semakin besar kemungkinan dia melakukan tindakan-tindakan, seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya. Dan tindakan tersebut dianggap sangat bernilai baginya. Perspektif pertukaran sosial lebih banyak menggambarkan saling manfaat yang bisa diperoleh dalam hubungan antara media massa dengan masyarakat. Keuntungan atau saling manfaat yang diperoleh itu dapat bersifat materiil, tetapi bisa juga bersifat immateriel dan sosial, termasuk popularitas yang bisa diperoleh masing-masing (pihak media massa, dan pihak masyarakat).


DAFTAR PUSTAKA 
Hendropuspito. (1989). Sosiologi Sistematik. Yogyakarta: Kanisius. 

Horton,Paul B & Hunt, Chester, L. (1987). Sosiologi. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. 

Khun, Thomas. (1970). The Structure of Scientific Revolutions. The University of Chicago Press. 

Lauer, Robert H. (1989). Perspektif tentang Perubahan Sosial. Terjemahan Alimandan. Cetakan Pertama. Jakarta: Bina Aksara. 

Nasution, Zulkarimein. (1996). Komunikasi pembangunan, Pengenalan Teori dan Penerapannya. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 

Ritzer, George. (1980). Sociology A Multiple Paradigma Science. Revised Edition. Allyn and Bacon, Inc. 

Soenarto, Kamanto. (1993). Pengantar Sosiologi. Jakarta: UI. Press. 

Veeger, K.J. (1993). Realitas Sosial: Refleksi Filsafat Sosial Atas Hubungan Individual-Masyarakat Dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: Gramedia. 

Wallace, Ruth A. and Wolf, Alison. (1986). Contemporary Sociological Theory: Continuing The Classical Tradition. Second Edition. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc. 

Zamroni. (1992). Pengantar Pengembangan Teori Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Link Fren

Generic Banner
IKUTI DAN DAPATKAN UPDATE TERBARU
Powered by Blogger.
 
Support : Sitemaf | About | Panorama
Copyright © 2013. Bokawal NewsTimes - All Rights Reserved
Template Created by Website Published by Tongke
Proudly powered by Blogger